IHSG Gagal Pertahankan Rekor, Aksi Profit Taking Tekan Indeks ke Zona Merah

IHSG/(ilustrasi/@pixabay)

Saham lain yang menjadi pemberat signifikan adalah PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) milik Hermanto Tanoko, yang kembali menyentuh auto rejection bawah (ARB). Emiten konglomerat lain seperti BRMS, TPIA, dan AMMN juga ikut menekan kinerja indeks. Di sisi lain, saham PT Telkom Indonesia (TLKM) menjadi penahan utama pelemahan indeks dengan kenaikan 4,48%.

Pasar Regional Bergerak Melemah

Jelang rilis data penting domestik seperti inflasi dan neraca perdagangan, IHSG bergerak sejalan dengan mayoritas pasar Asia-Pasifik yang juga melemah. Investor di kawasan regional tampak berhati-hati, terutama menjelang keputusan suku bunga bank sentral Australia (RBA).

Indeks Nikkei 225 Jepang dan Kospi Korea Selatan tercatat melemah. Sementara itu, bursa AS (Wall Street) semalam ditutup bervariasi. Indeks Nasdaq dan S&P 500 menguat didorong reli saham teknologi seperti Amazon dan Nvidia, namun indeks Dow Jones justru melemah tipis.[dit]