“Selamat jalan papa. Doain dan jagain kami dari sana ya,” tulis Jerome. Ia berjanji akan melanjutkan perjuangan, kebaikan, dan warisan (legacy) yang telah ditanamkan oleh ayahnya. “You will always be in our heart and mind, we love you, forever,” tutupnya.
Penyebab Wafatnya Marojahan Sijabat
Jerome Polin juga berjanji untuk menjaga dan membahagiakan ibundanya, seperti yang telah dilakukan sang ayah semasa hidupnya. Sebelum meninggal, Jerome diketahui telah terbang langsung ke Surabaya untuk mendampingi ayahnya yang sedang sakit.
Kabar duka ini pertama kali dibagikan oleh pihak keluarga pada 30 Oktober lalu. Marojahan Sijabat meninggal dunia di sebuah rumah sakit di Surabaya setelah sempat berada dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif. Diketahui almarhum mengalami kondisi medis serius, yakni adanya penyumbatan pada usus dan juga penyumbatan di organ paru-paru sebelum akhirnya berpulang.[dit]
