Nahdiana menegaskan bahwa fokus pembelajaran daring kali ini bukan semata-mata mengejar materi akademik. Prioritas utama adalah pemulihan dan persiapan mental siswa sebelum mereka kembali ke sekolah. “Pembelajaran yang dimulai besok akan difokuskan pada proses pemulihan,” ujarnya. Sesi daring akan diisi oleh wali kelas dan psikolog profesional. Pembelajaran akan dikemas lebih interaktif melalui kegiatan seperti olahraga dan seni, untuk memberi ruang bagi siswa agar pulih dan kembali merasa aman. Pihak sekolah juga akan mengundang orang tua siswa untuk menjelaskan langkah-langkah pemulihan ini.
Kolaborasi Lintas Dinas untuk Dukungan Psikologis
Penanganan trauma ini melibatkan kolaborasi lintas dinas. Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Iin Mutmainnah, memastikan pihaknya memberikan dukungan psikologis penuh. Mobil Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) telah disiagakan di lingkungan sekolah untuk memberikan konseling gratis bagi siswa, guru, dan keluarga terdampak. “Kami akan menyiapkan dukungan psikolog untuk mendampingi anak-anak selama PJJ,” kata Iin. Dinas Kesehatan juga menurunkan tenaga medis untuk perawatan lanjutan. Pemprov DKI turut berkoordinasi dengan Mabes Polri dan Kementerian PPPA untuk memastikan ketersediaan tenaga psikolog yang memadai.[dit]











