FAKTANASIONAL.NET – Data mengejutkan mengenai 200 ribu anak Indonesia yang terpapar judi online memicu kritik tajam terhadap kinerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Hamdi Putra dari Forum Sipil Bersuara (Forsiber) menilai bahwa pendekatan pemerintah saat ini masih terjebak pada pola lama yang tidak efektif.
Dalam pernyataannya pada Kamis (14/5/2026), ia menekankan bahwa sekadar pemblokiran situs dan patroli siber tidak lagi cukup untuk membendung ekosistem perjudian yang kini sudah menyatu dengan budaya internet harian.
Ancaman digital saat ini telah berevolusi menjadi sangat cair, mulai dari promosi via influencer hingga fitur gamifikasi di aplikasi percakapan.











