JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Volatilitas pasar kripto sepanjang tahun ini ternyata banyak didorong oleh masifnya penggunaan utang atau leverage oleh para trader. Strategi berisiko tinggi ini memungkinkan investor memperbesar keuntungan, namun juga mempercepat kerugian saat pasar berbalik arah. Dalam beberapa pekan terakhir, aksi jual besar-besaran kembali menunjukkan bahaya strategi ini, di mana investor bahkan bisa menaruh US$1 untuk membuka posisi senilai US$100 di Bitcoin.
Strategi leverage bisa memberikan cuan besar jika pergerakan pasar sesuai prediksi. Namun, saat harga berlawanan, kerugian bisa berlipat ganda, dan modal trader dapat langsung diliquidasi karena tidak cukup menutup kerugian. Data CoinGlass mencatat total likuidasi harian di bursa kripto telah meningkat sepanjang tahun, bahkan mencapai rekor tertinggi pada Oktober 2025. Lonjakan ini dipicu oleh aksi jual setelah Presiden Trump mengumumkan tarif baru terhadap China, yang mengguncang pasar.
Koreksi Bitcoin Seret Saham Perusahaan Kripto
