Transformasi Limbah Dapur: Minyak Jelantah Program MBG Kini Jadi Komoditas Ekspor, Tembus Singapore Airlines

BGN kini melarang keras adanya afiliasi pegawai dengan dapur mitra demi mencegah konflik kepentingan./net

Dadan Hindayana menjelaskan bahwa Program MBG tidak hanya berfokus pada intervensi pemenuhan gizi anak dan hak anak atas gizi seimbang. Lebih jauh dari itu, program ini juga dirancang untuk melahirkan peluang ekonomi baru dan menumbuhkan semangat kewirausahaan. “Tidak hanya melakukan intervensi pemenuhan gizi… tapi juga merangsang tumbuhnya entrepreneur baru. Termasuk entrepreneur di bidang minyak jelantah,” jelasnya. Dengan demikian, limbah dapur seperti minyak jelantah dan sampah organik kini resmi menjadi bagian dari ekosistem usaha yang dirancang oleh BGN.

Minyak Jelantah Naik Kelas Menjadi Penggerak Energi Bersih

Masuknya Singapore Airlines sebagai salah satu pembeli utama menjadi bukti nyata “naik kelas”-nya minyak jelantah dari dapur MBG. Limbah ini resmi bertransisi dari sekadar sisa masakan menjadi komoditas ekspor bernilai tinggi. Pencapaian ini memiliki dua dampak positif: pertama, menggerakkan roda ekonomi lokal melalui penyerapan jelantah; dan kedua, secara tidak langsung mendukung transisi menuju energi bersih yang sedang diusung oleh maskapai internasional. Kolaborasi ini memperlihatkan bagaimana program sosial dapat bersinergi dengan keberlanjutan lingkungan dan peluang bisnis global.[dit]