Ketua Komite Gabungan Mitigasi dan Penanganan Interaksi Negatif Gajah Sumatra TNWK, Brigjen TNI Sriyanto menjelaskan, program strategis pembangunan pagar sarang lebah tersebut tidak hanya berfungsi menghalau gajah melainkan juga mendongkrak ekonomi warga melalui potensi budidaya lebah Apis cerana.
Dia melanjutkan konflik antara manusia dan gajah tersebut merupakan masalah kompleks yang dipicu oleh krisis keanekaragaman hayati serta dinamika kepentingan pembangunan sehingga membutuhkan solusi terpadu. Untuk mengatasi hal tersebut, lanjut dia, diperlukan solusi terpadu seperti menciptakan kawasan satwa liar, memanfaatkan teknologi, dan mendorong upaya konservasi berbasis komunitas.
“Pagar sarang lebah sendiri merupakan salah satu solusi berbasis alam yang telah diujicoba di Afrika untuk mencegah gajah keluar dari kawasan konservasi. Suara dengungan dan sengatan lebah akan membuat gajah merasa takut dan menjauh, namun tidak membahayakan gajah,” kata dia.







