Selain konflik, Gibran juga menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana alam. Sebagai negara kepulauan di Cincin Api Pasifik, Indonesia memandang strategi pengurangan risiko bencana sebagai elemen vital pembangunan. Pengalaman Indonesia dalam menghadapi bencana diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi komunitas global untuk membangun ketahanan yang lebih baik.
Akses Pembiayaan yang Adil
Isu ekonomi juga menjadi sorotan utama, di mana Indonesia mendorong pertumbuhan yang inklusif dan adil. Wapres Gibran menyuarakan perlunya reformasi akses pembiayaan internasional agar lebih mudah dijangkau oleh negara-negara berkembang. Opsi seperti penghapusan utang dan pembiayaan transisi hijau dinilai perlu diperkuat untuk membantu negara-negara selatan bangkit dari krisis ekonomi.[dit]










