Peran Polri 2025 Mendapat Kepercayaan Pemerintah dan Masyarakat

Ia menjelaskan kepercayan publik ke Polri begitu tinggi akibat dari beberapa indikator utama, yakni transpransi pelaporan adminstrasi dan penangan perkara, meskipun ada beberapa kepolisian daerah yang belum maksimal dan tidak begitu transpran dalam penanganan kasus

Fungsionaris KNPI ini mencatat penegasan Kapolri Jenderal Listyo Sigit tentang tantangan yang akan dihadapi dalam 10 tahun kedepan, sekaligus langkah-langkah antisipasi yang disiapkan.

“Kita semakin percaya pada Polri sebagai lembaga yang bisa diandalkan, baik dalam penegakan hukum maupun sebagai pengayom dan penjaga keamanan ketertiban masyarakat,” jelas Sandri.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan sejumlah capaian Mabes Polri dalam rilis akhir tahun. Jenderal Sigit mengatakan capaian dan kontribusi Polri di berbagai bidang untuk menyukseskan program pemerintah.

“Dengan berbagai capaian dan kontribusi nyata di berbagai sektor, Polri senantiasa hadir dalam membantu menyukseskan berbagai program pemerintah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta membantu menyelesaikan berbagai permasalahan di tengah masyarakat, sebagai wujud komitmen pengabdian kepada bangsa dan negara,” kata Jenderal Sigit di Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (30/12/2025).

Jenderal Sigit juga mengungkap sejumlah tantangan global selama 10 tahun ke depan. Tantangan itu berdasarkan hasil penelitian dari Global Risk Report 2025 terhadap potensi 10 tahun ke depan.

“Pada Tahun 2025 ini kita dihadapkan tantangan dinamika yang semakin kompleks, berdasarkan Global Risk Report terdapat 10 tantangan utama yang diperkirakan masih berpotensi langsung dalam 10 tahun kedepan,” ungkap Jenderal Sigit dalam rilis akhir tahun 2025, Selasa (30/12/25).

Jenderal Sigit menyebut, tantangan itu meliputi cuaca ekstrim; kehilangan keanekaragaman hayati; perubahan sistem alam; kelangkaan sumber daya alam; misinformasi dan disinformasi; dampak negatif dari teknologi AI; ketimpangan polarisasi sosial; spionase; perang siber; dan polusi.

“Sejalan dengan berbagai macam resiko tersebut. Bencana alam akibat cuaca ekstrem saat ini menjadi salah satu tantangan paling nyata dampaknya dan kita rasakan. Bencana tersebut tidak hanya menimbulkan korban jiwa, dan kerusakan infrastruktur. Tetapi juga memberikan tekanan besar terhadap stabilitas ekonomi,” jelas Jenderal Sigit.