Perkara Upah

Perkara Upah/(ilustrasi)

EKONOMI, FAKTANASIONAL.NET – Dalam dinamika industri modern menelisik perkara upah tidaklah mudah.

Hal ini karena keharmonisan antara pemilik usaha dan tenaga kerja sering kali menjadi narasi yang indah di atas kertas, namun pahit dalam realita.

Fenomena ini menciptakan jurang pemisah di mana ego masing-masing pihak menjadi penghalang utama kemajuan bersama.

Jika ditarik garis lurus, kita akan menemukan sebuah siklus tidak sehat: pekerja yang kehilangan gairah untuk berkembang dan pengusaha yang terjebak dalam pola pikir penghematan ekstrem.

Kita sering menemui tipe pekerja yang prinsipnya hanya sekadar “menggugurkan kewajiban.” Pekerja dalam kategori ini biasanya datang tepat waktu dan pulang tepat waktu, namun dengan kontribusi yang sangat minimalis.

Mereka hanya mengejar upah bulanan tanpa ada keinginan untuk mengasah skill atau memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Sebagai contoh, seorang staf administrasi yang menolak mempelajari sistem digital terbaru hanya karena merasa “bukan tugas pokoknya” adalah representasi nyata dari pekerja yang hanya mencari untung jangka pendek.

Tanpa disadari, sikap apatis ini bukan hanya merugikan perusahaan, tetapi juga membunuh potensi karier mereka sendiri di masa depan.