DI TENGAH ketegangan antara AS dan Iran saat ini, Iran, China, dan Rusia menandatangani perjanjian trilateral strategis jangka panjang.
Iran meneken kerjasama trilateral dengan Rusia dan China dalam berbagai bidang di antaranya Teknologi, Militer, Pertahanan, Nuklir dll. Kerjasama dengan Rusia 20 tahun kedepan dan dengan China untuk 25 tahun kedepan.
Ketiga negara ini juga dijadwalkan akan menggelar latihan militer bersama yang akan segera dijadwalkan, mereka bertiga juga telah terlibat latihan militer bersama akhir tahun lalu di Afrika Selatan.
Kerjasama strategis ini adalah salah satu shifting GeoPolitik paling berpengaruh di kawasan selama puluhan tahun terakhir. Dan diteken di bawah ancaman perang dari Trump.
Ini mengindikasikan bahwa, blok anti AS terus menguatkan diri untuk menghadapi tantangan geopoltik bersama di masa depan di tengah kebijakan ugal-ugalan Trump dan kebinet Israel nya.
Iran juga akan segera melakukan latihan militer di selat Hormuz untuk merespon setiap langkah provokasi AS di kawasan itu saat ini dengan banyak armada militer yang dikirim ke Wilayah itu oleh Trump pekan lalu.
Kerjasama “trilateral strategic pact” antara Iran, Rusia, dan China mengindikasikan sikap perlawanan yang firm terhadap tatanan dunia saat ini yang dipimpin AS.
Keberanian Iran meneken perjanjian ini dibawah ancaman perang dari AS mengkonfirmasi kesiapan pemerintah Iran dan aliansi untuk berkonfrontasi dengan AS jika perang pecah kapan saja.
Keberanian Iran juga dalam menggelar latihan militer di selat Hormuz mengindikasikan bahwa Iran lebih memilih mempersiapkan perang daripada ke meja perundingan dengan Trump.
Kerjasama ini akan diperluas jangka panjang, dan akan lebih fokus mencounter arogansi AS dan Trump di timur tengah dan Asia Barat.











