Penyidik KPK kini tengah mendalami komunikasi antara pihak BJB dengan RK pada periode 2021 hingga 2024. Berdasarkan bukti awal, terdapat indikasi penukaran mata uang asing ke rupiah yang nilainya mencapai miliaran rupiah.
Penyelidikan mencakup identifikasi siapa saja yang mendampingi RK dalam perjalanan luar negeri tersebut, serta apa tujuan dari aktivitas penukaran uang yang dianggap mencurigakan tersebut.
Dalam kasus korupsi pengadaan iklan ini, negara diperkirakan mengalami kerugian hingga Rp222 miliar. Uang tersebut diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan nonbujeter yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara legal.
Hingga saat ini, KPK telah menahan sejumlah mantan petinggi Bank BJB dan pihak swasta, sembari terus mengumpulkan keterangan dari saksi kunci, termasuk asisten pribadi RK dan pihak money changer.[dit]
