“Saya masih memiliki kemampuan untuk mencetak lebih banyak rekor dalam olahraga tinju, mulai dari acara Mike Tyson yang akan datang hingga pertarungan profesional saya berikutnya,” ujar Mayweather dalam siaran pers yang dikutip dari laporan The Ring, Sabtu.
Kembalinya Mayweather ke kancah profesional akan dikelola melalui kesepakatan eksklusif dengan mitra media global CSI Sports/Fight Sports. Meskipun jadwal pasti, lokasi, dan identitas lawan belum diungkap, Mayweather sangat optimistis terhadap daya tarik komersialnya.
Ia mengklaim bahwa tidak ada atlet lain yang mampu menghasilkan pendapatan tiket dan audiens siaran global sebesar dirinya.
Sepanjang 21 tahun karier profesionalnya, Mayweather memegang rekor tak terkalahkan 50-0. Selama masa pensiunnya, ia tetap aktif dalam berbagai pertandingan ekshibisi.
Menariknya, pada Oktober 2025, Mayweather sempat terlibat negosiasi intensif untuk mewujudkan laga ulang (rematch) melawan rival abadinya, Manny Pacquiao.
Namun, meski sempat dikabarkan hampir mencapai kesepakatan, kedua veteran tersebut akhirnya gagal menemui titik temu.
Keputusan petinju yang akan segera menginjak usia 49 tahun ini memicu spekulasi mengenai kondisi keuangannya.
Meski tercatat telah meraup pendapatan fantastis mencapai 1,15 miliar dolar AS selama masa jayanya, laporan mengenai kesulitan finansial Mayweather terus beredar di publik.
Kembalinya Mayweather ke ring profesional diharapkan dapat menjawab teka-teki mengenai performa teknisnya di usia senja sekaligus memperbaiki kondisi finansialnya yang kini menjadi sorotan tajam.
Baca Juga: Indonesia Siap Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Tinju Asia U-23 & Youth 2026 di Jakarta











