Akan Ada Banyak Kejutan dari Iran Jika AS Nekat Lakukan Serangan

As Vs Iran/scsht net

Karena begitu Iran menganggap perang ini adalah perang eksistensi, perang antara hidup atau mati, antara eksistensi negara Iran atau Iran tamat, maka motivasi ini akan membangkitkan seluruh kekuatan Iran dalam menghadapi AS dan Israel. Kondisi seperti ini bisa tak terkendali dan sangat dikhawatirkan oleh semua pejabat keamanan AS.

Iran sekarang memiliki 408,9 kg uranium yang sudah diperkaya sampai level 60%, uranium di level ini hanya satu langkah menuju pembuatan bom nuklir. Bom nuklir bisa dibuat dengan pengayaan uranium sampai 90%.dan proses pengayaan uranium dari 60% ke 90% hanya membutuhkan waktu 2-3 hari bagi Iran, maksimal 1 Minggu.

Perang all out bisa juga akan mendorong Iran memproduksi senjata nuklir pertama mereka, 408,9 Kg uranium tadi sudah mampu menciptakan selusin bom nuklir pertama Iran. Jika Iran menghadapi agresi besar maka Iran akan memilih semua opsi untuk terus bertahan dan mengubah arah perang.

Jika langkah ini yang diambil Iran, ini bukan hanya akan mengubah arah perang antara Iran dengan AS – Israel, tapi juga akan mengubah dinamika geopolitik di timur tengah dan Asia Barat ke level yang belum pernah terjadi.

Semua kalkulasi ini bukan isapan jempol, itulah kenapa para penasehat militer AS memahami dengan baik kondisi di lapangan dan berbagai skenario yang mungkin akan terjadi yang belum pernah dihitung sejak awal.

Iran bukan negara yang gampang menyerah, mental mereka totally berbeda dengan mental kebanyakan bangsa arab. Iran negara yang paling anti agresi musuh, dan paling heroik dalam berperang dengan makna yang sesungguhnya.

Selama Khamenei masih memegang kendali pimpinan tertinggi Iran dengan semua circle nya, maka AS memang perlu berpikir ulang puluhan kali sebelum melangkah.

Iran bukan negara yang mudah ditaklukkan, Peta negara Iran belum pernah berubah sejak abad ke 16, tanah Iran belum pernah bergeser akibat penaklukan luar. AS dan Israel perlu berpikir lebih matang, karena mereka berpeluang membuat kesalahan fatal jika ingin menginvasi Iran secara serampangan.[***]

Penulis: Tengku Zulkifli Usman, Pengamat Geopolitik Internsiona.

 

Exit mobile version