Lawan Apatisme Politik, Eddy Soeparno: Empat Pilar Adalah "Jangkar" Mahasiswa Hadapi Disrupsi Global
FAKTANASIONAL.NET – Di tengah derasnya arus disrupsi digital dan dinamika geopolitik yang kian tak menentu, mahasiswa Indonesia diingatkan untuk tidak kehilangan kompas nilai. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pemahaman terhadap Em…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Di tengah derasnya arus disrupsi digital dan dinamika geopolitik yang kian tak menentu, mahasiswa Indonesia diingatkan untuk tidak kehilangan kompas nilai. Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, menegaskan bahwa pemahaman terhadap Empat Pilar kebangsaan bukan sekadar hafalan teori, melainkan instrumen vital bagi calon pemimpin masa depan.
Pesan ini disampaikan Eddy saat menjadi pembicara dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR di Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta. Menurutnya, mahasiswa harus bersiap menghadapi tantangan kebangsaan yang semakin kompleks, mulai dari polarisasi sosial hingga dampak ekonomi dari pergolakan global.
Membentuk Kepemimpinan Berintegritas
Eddy memandang bahwa integritas seorang pemimpin masa depan sangat bergantung pada seberapa dalam mereka menghujamkan nilai-nilai dasar negara dalam karakternya. Empat Pilar—Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika—menjadi fondasi agar arah bangsa tetap berada pada jalur persatuan.
“Mahasiswa hari ini adalah calon pemimpin masa depan. Pemahaman yang kuat terhadap Empat Pilar akan membentuk karakter kepemimpinan yang berintegritas, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan bangsa,” ujar Eddy dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/2).
Menepis Apatisme di Ruang Legislasi
Salah satu poin krusial yang disoroti Eddy adalah kecenderungan apatisme politik di kalangan anak muda. Ia mengajak mahasiswa untuk melihat politik sebagai alat yang mulia guna menghadirkan kebijakan publik yang pro-rakyat.
Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan ruang pendidikan politik, seperti Sekolah Legislatif, sebagai laboratorium kepemimpinan yang berlandaskan konstitusi. Baginya, keterlibatan aktif mahasiswa dalam mengawal kebijakan negara adalah sebuah keharusan.
“Legislasi bukan sekadar proses membuat undang-undang, tetapi memastikan setiap kebijakan mencerminkan nilai Pancasila dan semangat konstitusi. Mahasiswa perlu terlibat aktif, kritis, namun tetap konstruktif,” pungkasnya.
Menjawab Tantangan Zaman
Dalam diskursus tersebut, Eddy juga mengaitkan relevansi nilai-nilai ini dengan isu-isu terkini, seperti revolusi digital dan ketahanan energi nasional.
Dengan menjadi subjek yang aktif dan bukan sekadar penonton, mahasiswa diharapkan mampu menjembatani prinsip keadilan sosial ke dalam setiap kebijakan inovatif di masa depan.
Baca Juga: Aktivis Mahasiswa Tolak Orang-Orang Bermasalah Ikut Pemilihan Calon Anggota KPU!
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.