Baginya, perubahan besar hanya bisa terjadi jika anak muda berani kembali dan membangun di tanah air sendiri. Keputusan tersebut terbukti mampu menciptakan jutaan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi nasional.
Setelah sukses di dunia bisnis, Nadiem memilih jalur pengabdian sebagai menteri karena percaya bahwa membangun manusia adalah fondasi utama kemajuan.
Ia memahami rasa lelah dan skeptisisme anak muda yang belajar di luar negeri saat melihat tantangan di dalam negeri. Namun, ia menegaskan bahwa menjauh bukanlah solusi; Indonesia justru butuh perspektif global dan semangat pembaruan dari mereka.[dit]










