“Dalam piagam BoP, Resolusi 2803 tidak dijadikan dasar menimbang. Bahkan, tidak ada kata ‘Palestina’ dalam dokumen BoP di Davos, sangat kontras dengan Resolusi 2803 yang mengkhususkan penyelesaian masalah Palestina,” ujar Al Araf dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/3).
Kritik ini semakin menguat seiring dengan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Al Araf menilai posisi Donald Trump sebagai Ketua BoP sangat kontradiktif dengan tindakan militernya di lapangan.
“Ketua BoP yang seharusnya menjaga perdamaian justru melakukan tindakan yang melawan perdamaian itu sendiri,” tegasnya.
Pemerintah Indonesia diharapkan bertindak bijak dengan tidak terjebak dalam kepentingan politik sepihak Amerika Serikat.
Langkah penarikan diri dinilai penting untuk menjaga posisi Indonesia sebagai negara yang berkomitmen pada hukum internasional secara imparsial dan mendukung kemerdekaan bangsa-bangsa terjajah.
Baca Juga: Prabowo dan Raja Abdullah II Perkuat Poros BoP untuk Gaza











