Pulihkan Hak Dasar Penyintas: Satgas PRR Kebut 1.093 Fasilitas Air dan Sanitasi di Sumatera

Menko PMK Pratikno bersama Ketua Satgas PRR Muhammad Tito Karnavian dan sejumlah Menteri Koordinator memimpin Rapat Koordinasi Tingkat Menteri di Jakarta, Jumat (27/2/2026). Pertemuan tersebut membahas percepatan pembangunan 1.093 fasilitas sanitasi dan air bersih sebagai prioritas pemulihan hak dasar pengungsi di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. (Dok. Ist)

FAKTANASIONAL.NET – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) terus memacu pembangunan infrastruktur dasar di wilayah terdampak bencana Sumatera. Hingga akhir Februari 2026, ratusan sumur bor dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) mulai dioperasikan untuk melayani pengungsi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan data terbaru per 26 Februari, progres pembangunan MCK telah mencapai 80 persen, dengan 208 unit selesai dari target 257 unit. Sementara itu, penyediaan air bersih melalui sumur bor masih menjadi tantangan besar dengan capaian 56 persen atau baru menyentuh angka 474 unit dari target total 836 titik.

Progres per Wilayah: Sumut Memimpin, Sumbar Melambat

Capaian pembangunan menunjukkan disparitas di tiga provinsi terdampak:

  • Sumatera Utara: Menjadi yang tercepat dengan 128 unit MCK rampung (dari target 139) dan 84 sumur bor telah beroperasi.

  • Aceh: Mencatat progres signifikan dengan 369 sumur bor (dari target 578) dan 54 unit MCK yang sudah bisa digunakan.

  • Sumatera Barat: Masih menunjukkan progres paling rendah, di mana baru 21 unit MCK dan 21 sumur bor yang berhasil diselesaikan dari total ratusan titik yang direncanakan.

Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengakui adanya kendala teknis di lapangan, terutama terkait jaringan air minum yang terputus akibat hantaman banjir dan longsor akhir tahun lalu.

Exit mobile version