Atasi Krisis Air Pascabencana, Mahasiswa UMSU Bangun WASH Recovery Hub Tenaga Surya di Sibolga

/Dok. Kemdiktisaintek

Kebangkitan Ekonomi dan Kesehatan Masyarakat

Ketua Tim Pelaksana Mahasiswa Berdampak UMSU, Faisal R. Dongoran, menekankan bahwa ketersediaan air merupakan fondasi utama bagi masyarakat untuk memulai kembali aktivitas ekonomi, terutama bagi pelaku UMKM yang sempat lumpuh.

“Hidup dimulai dengan ketersediaan air. Dengan adanya inovasi ini, masyarakat memiliki kepercayaan diri untuk bertahan hidup setelah selama dua bulan terakhir kesulitan mendapat air bersih. UMKM yang terdampak kembali bergairah, masyarakat terbiasa kembali hidup bersih dan sehat,” ujar Faisal.

Implementasi Mandiri oleh Warga

Tokoh masyarakat Desa Aek Parombunan, Yasido, mengapresiasi kehadiran para akademisi UMSU yang tidak hanya memberikan bantuan fisik, tetapi juga sistem yang dapat dikelola secara mandiri oleh warga setempat.

“Terima kasih kepada Kemdiktisaintek serta dosen dan mahasiswa UMSU atas filtrasi air bersih yang telah selesai dilaksanakan. Kita perlihatkan bagaimana mahasiswa bisa kerjakan ini secara nyata dan benar-benar dimanfaatkan masyarakat Kota Sibolga,” tutur Yasido.

Program ini diharapkan menjadi percontohan sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam menciptakan inovasi teknologi tepat guna yang mampu menjawab tantangan krisis di wilayah terdampak bencana.

Exit mobile version