-
PLTGU Jawa Satu: Kapasitas 1.760 MW melalui afiliasi PT Jawa Satu Power (JSP).
-
Panas Bumi (Geothermal): Kapasitas 727,5 MW yang dikelola PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) di enam wilayah kerja (Kamojang, Karaha, Ulubelu, Lahendong, Lumut Balai, dan Sibayak).
-
Tenaga Surya (PLTS): 261 unit pembangkit dengan total kapasitas 55,69 MW.
-
Bioenergi: Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) berkapasitas 2,4 MW.
Untuk mengawal kapasitas besar tersebut, perusahaan memanfaatkan sistem digital New Renewable Energy Optimization and Visualization (NOVA). Teknologi ini memungkinkan tim di kantor pusat Jakarta melakukan pemantauan kondisi aset di lapangan secara real-time dan terintegrasi selama 24 jam penuh.
Kesiagaan Personel dan Respons Darurat
Selain penguatan teknologi, Pertamina NRE juga memperketat prosedur keamanan dan kesiapan personel di lapangan.
Langkah ini mencakup penyiapan skema emergency response untuk mengantisipasi situasi kritis atau gangguan teknis yang mungkin terjadi pada sistem kelistrikan selama masa libur panjang.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Pertamina Group dalam menjaga ketahanan energi nasional.
Fokus utama satgas adalah menjamin agar transisi menuju energi bersih tetap konsisten memberikan kontribusi nyata bagi keandalan listrik masyarakat, terutama saat beban puncak Idul Fitri berlangsung.










