Krisis Energi Global: Filipina Berlakukan Kerja 4 Hari Sepekan untuk Redam Lonjakan Harga Minyak

Tambang minyak mentah/(ilustrasi/@pixabay)

FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah Filipina mengambil langkah drastis menghadapi gejolak harga minyak dunia dengan menerapkan sistem kerja empat hari dalam sepekan bagi instansi pemerintah.

Kebijakan ini merupakan upaya darurat Presiden Ferdinand Marcos Jr untuk menekan konsumsi energi nasional di tengah memanasnya konflik bersenjata di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat (AS).

Langkah efisiensi ini diumumkan guna melindungi stabilitas ekonomi domestik dari dampak gangguan jalur pelayaran strategis Selat Hormuz yang mengancam pasokan energi global.

“Kita adalah korban perang yang bukan pilihan kita. Tetapi kita (pemerintah) akan mengendalikan bagaimana kita akan melindungi rakyat Filipina,” tegas Presiden Marcos Jr dalam pernyataannya, Senin (9/3/2026).

Ancaman Lonjakan Harga dan Pengecualian Layanan

Presiden Marcos memperingatkan bahwa harga bahan bakar di dalam negeri diperkirakan akan melambung tinggi mulai pekan depan.

Estimasi kenaikan mencapai 7,48 peso untuk bensin, 17,28 peso untuk solar, dan 32,35 peso untuk minyak tanah per liter.

Meski demikian, kebijakan kerja empat hari ini tidak berlaku bagi petugas layanan garda depan.

Tenaga kesehatan, kepolisian, dan pemadam kebakaran tetap beroperasi penuh demi menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan publik.

Exit mobile version