Purbaya menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia jauh lebih kuat dibandingkan masa krisis masa lalu, dilansir pada 14 Maret 2026.
Ia bahkan melontarkan sindiran pedas bahwa pihak yang terus membesar-besarkan narasi “rupiah hancur” biasanya bukan pelaku pasar yang memiliki modal besar.
Menurutnya, daya tahan rupiah tetap terjaga di tengah konflik Amerika-Israel-Iran, dan pemerintah terus memantau dinamika global guna memastikan stabilitas nilai tukar tetap berada dalam batas toleransi.[dit]











