Iran kini memegang kendali psikologis dengan mengajukan tiga syarat berat: penghentian serangan permanen, pembubaran pangkalan militer AS di Timur Tengah, dan pencabutan embargo secara total. Bagi Gedung Putih, memenuhi syarat ini sama saja dengan mengakui kekalahan di mata dunia.
Kekuatan Iran bukan hanya pada rudal, melainkan posisi geopolitik di Selat Hormuz. Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang melintasi 20% minyak dan 25% gas global. Selain itu, terdapat kabel optik bawah laut yang vital bagi arus data finansial dunia.
Jika jalur ini diputus total, kiamat ekonomi dan krisis data akan menghantam Eropa dan Amerika secara langsung. Kini, AS berada di persimpangan jalan antara kehilangan muka atau menghadapi biaya perang senilai 3 triliun dolar AS.[dit]
