FAKTANASIONAL.NET – Pasar energi global berada dalam posisi siaga tinggi seiring meningkatnya eskalasi militer di Timur Tengah.
Meski harga minyak mentah cenderung stabil pada awal pekan ini, ancaman penutupan Selat Hormuz oleh Iran dan gertakan militer Amerika Serikat menciptakan ketidakpastian besar bagi pasokan energi dunia.
Berdasarkan data perdagangan Senin (23/3/2026), minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS terkoreksi tipis ke level 112,11 dolar AS per barel.
Sementara itu, Brent berada di kisaran 98,17 dolar AS per barel.
Fenomena menarik terjadi pada pelebaran selisih harga (spread) antara Brent dan WTI yang menembus 14 dolar AS, rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.
Ancaman Terhadap Infrastruktur Energi
Ketegangan memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan ancaman keras untuk menyerang pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak segera membuka akses Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Jalur ini merupakan urat nadi energi dunia yang mengangkut sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas global.
Pihak Iran merespons ancaman tersebut dengan peringatan balasan yang tidak kalah serius.
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, menegaskan bahwa serangan terhadap fasilitas mereka akan memicu kehancuran total infrastruktur energi di seluruh kawasan Timur Tengah.
Analis melihat dinamika ini sebagai upaya penguatan posisi tawar. Pendiri Energy Aspects, Amrita Sen, menilai langkah Washington menunjukkan strategi tekanan maksimal.
“Langkah Trump menunjukkan upaya meningkatkan tekanan, meski belum tentu membuat Iran menyerah,” ujar Amrita Sen.
Gangguan Produksi dan Langkah Darurat AS
Konflik yang telah memasuki minggu keempat ini mulai melumpuhkan produksi di titik-titik krusial.
Di Irak, pemerintah setempat telah menetapkan kondisi force majeure (keadaan kahar) setelah produksi di wilayah Basra anjlok drastis dari 3,3 juta barel menjadi hanya 900 ribu barel per hari.
Para analis memperkirakan total gangguan produksi global saat ini mencapai 7 hingga 10 juta barel per hari.
Guna meredam gejolak harga, Washington mengambil langkah taktis dengan mencabut sementara sanksi terhadap minyak Iran yang sudah berada di laut agar bisa masuk ke pasar global.











