Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) juga menguat 3,2 persen ke angka 102,80 Dolar AS per barel. Angka ini mencerminkan kepanikan pasar terhadap potensi gangguan pasokan jangka panjang.
Juru bicara Houthi, Yahya Saree, mengonfirmasi bahwa serangan rudal balistik tersebut menargetkan fasilitas militer penting Israel sebagai bentuk dukungan terhadap kelompok Hezbollah.
Para analis ekonomi memperingatkan bahwa jika konflik ini merembet ke Selat Hormuz, tekanan ekonomi global akan semakin tak terkendali. Ketidakpastian diprediksi tetap tinggi selama pasokan minyak dunia belum menemukan titik keseimbangan baru.[dit]











