Cetak Rekor Sejarah, Stok Beras Nasional Tembus 4,3 Juta Ton di Era Presiden Prabowo

/Dok. Kementan

“Ini bagian dari upaya kita menuju kemandirian energi. Tahun ini kita tidak impor solar karena sudah digantikan biofuel dari sawit,” tegasnya.

Selain B50, pemerintah tengah menyiapkan program E20 (campuran 20 persen etanol pada bensin) yang memanfaatkan komoditas jagung, ubi, dan tebu.

Senada dengan hal tersebut, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyebutkan bahwa Indonesia saat ini sudah berada di jalur swasembada beras, jagung pakan, hingga surplus ayam dan telur.

“Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, kita tidak hanya mencapai swasembada pangan, tetapi juga bergerak menuju swasembada energi,” jelas Sudaryono.

Sinergi BUMN dan Kesejahteraan Petani

Direktur Utama Perum Bulog turut mengonfirmasi bahwa penyerapan beras sepanjang Januari-Maret 2026 merupakan yang tercepat, yakni mencapai 1,3 juta ton. Dukungan penuh juga datang dari Badan Pengelola BUMN yang siap menjadi motor penggerak transformasi ini.

“BUMN siap mengoptimalkan potensi yang ada untuk memastikan Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi tantangan global,” ujar Wakil Kepala Badan Pengelola BUMN, Tedi Bharata.

Di sisi lain, sektor pertanian juga memberikan dampak nyata bagi ekonomi nasional dengan kontribusi terhadap PDB mencapai 5,7 persen, tertinggi dalam beberapa dekade.

Kabar baik bagi petani juga datang dari penurunan harga pupuk hingga 20 persen, yang diharapkan semakin menekan biaya produksi dan meningkatkan kesejahteraan di tingkat produsen.