FAKTANASIONAL.NET – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah berdampak langsung pada stabilitas rantai pasok industri petrokimia di tanah air.
Menghadapi situasi tersebut, para pelaku industri yang tergabung dalam Asosiasi Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (INAPLAS) kini mulai bergerak cepat mencari alternatif pasokan bahan baku plastik dari luar wilayah konflik.
Sekretaris Jenderal INAPLAS, Fajar Budiono, mengungkapkan bahwa saat ini sudah mulai ada titik terang mengenai sumber pasokan baru guna menjamin keberlangsungan produksi nasional.
“Kita sudah mulai mencari alternatif pasokan untuk bahan baku tersebut sehingga ada beberapa yang sudah mulai, ada titik terang lah mendapatkan pasokan selain dari Middle East,” kata Fajar kepada redaksi, Sabtu (4/4/2026).
Diversifikasi Pasar Global
Beberapa kawasan yang kini dibidik sebagai pemasok pengganti antara lain Afrika, Asia Tengah, hingga Amerika.
Pemilihan lokasi ini sangat bergantung pada jaringan bisnis dan kecocokan spesifikasi bahan baku (stake) yang dibutuhkan masing-masing perusahaan.
“Bisa dari Afrika, bisa dari Asia Tengah, bisa dari Amerika. Tergantung nanti mereka punya networking atau punya kecocokan stake yang mana,” tuturnya.
Meski demikian, Fajar mengingatkan adanya tantangan besar dalam proses transisi ini, terutama terkait durasi pengiriman. Jika melalui Timur Tengah pengiriman hanya memakan waktu 10 hingga 15 hari, maka dari kawasan lain waktu tempuh bisa melonjak drastis hingga minimal 50 hari.
Prioritas Domestik Negara Produsen
Kondisi sulit ini juga diperparah oleh kebijakan negara-negara produsen global yang mulai membatasi ekspor demi mengamankan kebutuhan dalam negeri mereka masing-masing.











