Pemerintah Kebut Pemulihan Sumatra: Anggaran Rp100,2 Triliun Disiapkan untuk Rehabilitasi Pasca-Bencana

/Dok. BPBN

Prioritas Hunian Tetap (Huntap)

Ketua Satgas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, menekankan bahwa kebutuhan dasar pengungsi adalah prioritas utama.

BNPB telah mengusulkan pembangunan 35.823 unit huntap senilai Rp2,15 triliun, baik melalui skema relokasi mandiri maupun pembangunan di lokasi asal (in-situ).

Tito juga menyoroti pentingnya peran daerah, terutama setelah Presiden Prabowo Subianto menyetujui alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun.

“Kami meminta pemerintah daerah untuk bekerja sama secara optimal. Pemerintah pusat bergerak, daerah juga harus bergerak agar pemulihan dapat berjalan lebih cepat dan efektif,” kata Tito Karnavian.

Realisasi Bantuan Stimulan

Kepala BNPB, Letjen TNI Dr. Suharyanto, memberikan pembaruan mengenai distribusi bantuan keuangan bagi warga.

Per 6 April 2026, Dana Siap Pakai (DSP) sebesar Rp537,22 miliar telah disalurkan untuk perbaikan 25.358 unit rumah rusak ringan dan sedang di 41 kabupaten/kota.

Suharyanto menegaskan bahwa standar penanganan ini merupakan standar nasional yang berlaku secara konsisten di seluruh Indonesia.

“Penanganan ini tidak hanya berfokus pada Sumatra. Tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi berlaku di seluruh wilayah Indonesia apabila terjadi bencana. Apalagi dalam beberapa waktu terakhir, kejadian bencana juga meningkat di berbagai daerah,” pungkas Suharyanto.

Saat ini, pemerintah tengah memproses penyaluran stimulan tahap kedua untuk Kabupaten Aceh Utara dan Tapanuli Tengah dengan total nilai tambahan sebesar Rp104,85 miliar.