Tanda Bahaya di Selat Malaka: Skenario AS ‘Cekik’ China dan Posisi Terjepit Indonesia!

Tanda Bahaya di Selat Malaka: Skenario AS 'Cekik' China dan Posisi Terjepit Indonesia!/(Foto: Ilustrasi)

FAKTANASIONAL.NET – Lanskap geopolitik global sedang memasuki fase kritis yang akan menentukan masa depan Asia Tenggara.

Dilansir dari opini pengamat geopolitik Tengku Zulkifli Usman melalui akun Facebook-nya pada 27 April 2026, Amerika Serikat kini mengalihkan fokus penuhnya ke wilayah kita setelah dinamika panjang di Venezuela dan kegagalan strategis di Iran.

Di bawah komando Donald Trump, agenda China Containment Policy yang digagas sejak 2018 kini mencapai puncaknya dengan target utama: memutus jalur energi Beijing.

Kehilangan kendali atas Selat Hormuz memaksa Washington bermanuver lebih agresif menuju Selat Malaka. Sebagai salah satu jalur suplai minyak paling vital bagi China, posisi geografis Indonesia menjadi sangat krusial sekaligus rentan.

Kehadiran kapal perang AS di perairan internasional ini bukan lagi sekadar patroli rutin, melainkan aksi terkoordinasi untuk mempersempit ruang gerak sang emerging super power.

Kesepakatan pertahanan terbaru yang diteken Menhan Indonesia bersama Menteri Perang AS, Pete Hegseth, mengonfirmasi bahwa Jakarta sedang ditarik lebih dalam ke orbit kepentingan Washington.

Exit mobile version