Ia mengklaim pembicaraan tersebut berpotensi membuahkan hasil positif bagi stabilitas kawasan.
Operasi pemanduan kapal ini dijadwalkan mulai beroperasi penuh pada Senin pagi waktu setempat, menjadi harapan baru bagi kelancaran distribusi minyak dan gas dunia yang sempat terguncang.
Dampak dari blokade di Teluk Persia ini sangat masif, melibatkan sekitar 20.000 pelaut yang tertahan di ratusan kapal kargo dan tanker minyak.
Selama terjebak, para awak kapal menghadapi situasi mencekam, mulai dari ancaman siber hingga pemandangan langsung pencegatan drone dan rudal di atas perairan mereka.
Selain faktor keamanan, kondisi logistik di atas kapal dilaporkan mulai kritis. Ribuan kru mulai mengalami krisis air minum, bahan makanan, dan kebutuhan dasar lainnya.
Project Freedom diharapkan tidak hanya menjadi solusi bagi pasar energi global yang sedang bergejolak, tetapi juga sebagai misi kemanusiaan untuk menyelamatkan ribuan nyawa pelaut yang berada di garis depan konflik geopolitik ini.[dit]










