Langkah kehati-hatian tingkat tinggi ini sengaja diambil semata-mata guna menghindari risiko kepanikan atau guncangan pasar pada berbagai negara yang masih menempati peringkat bawah.
Berbekal hasil analisis bergengsi tersebut, Purbaya mengimbau agar masyarakat luas tidak lagi bersikap reaktif apalagi panik dalam merespons isu krisis energi global.
Menteri juga menepis keras segala narasi sumbang yang mencoba menyamakan situasi ekonomi hari ini dengan masa kelam krisis moneter tahun 1998 silam.
Menurut pandangannya, pihak-pihak yang menyuarakan narasi pesimistis tersebut tidak pernah berpijak pada data yang valid serta mengabaikan konteks sejarah.
Ia mengingatkan bahwa kejatuhan rezim pada 1998 lalu didahului oleh hantaman resesi yang terjadi selama satu tahun penuh.
Sebaliknya, alih-alih mendekati jurang resesi, mesin perekonomian Indonesia saat ini justru sedang berada dalam fase ekspansi dan akselerasi yang sangat memuaskan.[dit]
