Siap Perang, Iran Tolak Semua Poin Proposal Damai AS

Mojtaba Khamenei terkonfirmasi saat ini telah sehat dari luka luka akibat serangan Israel di hari pertama perang 28 Febuari lalu. Supreme Leader Iran saat ini aktif memimpin rapat, memanggil presiden untuk konsultasi, dan terakhir bertemu pimpinan IRGC.

Sikap Iran yang tidak mau menyerah ini sekali lagi membawa konflik ini ke titik tidak menentu. Bola ada di tangan AS, mau lanjut perang atau mau terima kenyataan bahwa Iran tidak mau menyerah.

Dalam pertemuan IRGC dengan Mojtaba Khamenei kemarin, IRGC menjelaskan poissi mereka yang masih siap perang dengan AS, dan mojtaba Khamenei juga mengeluarkan instruksi melanjutkan perlawanan. Jadi, kata menyerah jelas bukan pilihan Iran sama sekali.

Trump akan berada dalan dilema, sekali lagi, perang ini telah gagal. Bagi AS dan Israel ini adalah gagal total dan diluar prediksi mereka. Perang yang sama sekali mengubah banyak hal di lapangan yang tidak dihitung AS sebelumnya.

Proposal yang diajukan Trump ditolak mentah-mentah oleh Iran, dan ini kemungkinan bukan Proposal yang terakhir. Tapi kondisi Iran saat ini tidak dalam posisi akan menerima menyerah walaupun AS meminta berkali kali.

Sedangkan melanjutkan perang saat ini sudah out of context, tidak ada untungnya sama sekali bagi AS dan Israel, yang ada, kondisi global yang akan semakin chaos, dan ini semua akan menjadi tekanan tersendiri bagi AS.

Iran juga terus menyerang UAE, Qatar, dan Kuwait dalam 3 hari ini, sebagai balasan atas serangan AS terhadap kapal tanker minyak Iran beberapa hari lalu. Aset aset AS di 3 negara ini terus menjadi target Iran.

Melanjutkan perang akan membawa petaka bagi ekonomi global, selama perang ini saja, dunia telah kehilangan minyak lebih 1 miliar barel di pasaran akibat konflik dua bulan terakhir (data perusahaan Aramco, dan Jika konflik terus berlanjut, maka energi global akan semakin collapse.

Trump akan terus bermimpi menekan Iran sampai menyerah, padahal kondisi di lapangan, Trump bahkan tidak mampu membuka Selat Hormuz yang sudah ditutup Iran selama 76 hari 11jam dan 47 menit. Per tulisan ini saya tulis.