FAKTANASIONAL.NET – Perkembangan teknologi internet telah merombak gawai di genggaman kita menjadi kotak pandora yang menyemburkan jutaan informasi setiap detiknya.
Mengutip berbagai diskusi pakar literasi media massa, fenomena lalu lintas kabar bohong kini telah bertransformasi menjadi ancaman sosial yang sangat destruktif.
Di tengah arus lalu lintas data yang tidak terbendung, kewajiban menyaring sebuah berita sebelum menelannya mentah-mentah bukan lagi sekadar imbauan, melainkan pelindung utama akal sehat.
Budaya mengonsumsi berita secara instan tanpa diimbangi oleh nalar kritis acap kali menjerumuskan publik ke dalam pusaran misinformasi yang mengerikan.
Saat sebuah narasi provokatif diterima mentah-mentah tanpa verifikasi ulang, hal tersebut berpotensi memantik kepanikan massal, sentimen kebencian, hingga polarisasi yang merobek tatanan sosial.
Ditambah lagi, algoritma media sosial selalu mengunci pengguna dalam gelembung opini, membuat berita sensasional jauh lebih mudah viral daripada fakta jurnalistik yang objektif.
Banyak orang yang tanpa sadar memosisikan diri sebagai agen penyebar hoaks hanya karena terpicu emosi sesaat usai membaca satu baris judul klikbait.
