Meski keran ekspor dibuka lebar, Amran menggaransi bahwa ketersediaan stok domestik tetap menjadi prioritas absolut demi mewujudkan visi besar swasembada pangan nasional, karena pupuk merupakan instrumen krusial bagi kedaulatan negara.
Sebagai bukti nyata, PT Pupuk Kalimantan Timur, entitas anak PT Pupuk Indonesia (Persero), telah memulai pengiriman perdana urea ke Australia dengan proyeksi nilai total menyentuh Rp7 triliun.
Mentan yang mengawal langsung seremoni pelepasan di Pelabuhan Bontang menyebut manuver berkonsep antarpemerintah ini sebagai perisai ekonomi di era ketidakpastian.
Pada fase inisial, kargo sebanyak 47.250 ton senilai kurang lebih Rp600 miliar telah berlayar, dengan target eskalasi volume pengiriman antara 250.000 hingga 500.000 ton ke depannya. Keberhasilan menembus pasar Negeri Kangguru menjadi manifestasi nyata dari kerja keras pembenahan industri hulu ke hilir yang patut diapresiasi oleh berbagai pihak.[dit]











