FAKTANASIONAL.NET – Meskipun mengaku kecewa berat, orang tua korban (Adeva) mengambil jalan damai atas musibah perundungan yang dialami anaknya di MIS Fathurrahman, Desa Durian, Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya,
Perdamaian melalui forum mediasi yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, komite sekolah hingga aparat desa.
Peristiwa pilu tersebut dikabarkan terjadi pada Rabu (13/5). Berdasarkan keterangan keluarga korban, kejadian bermula saat korban diminta bertukar kursi oleh salah satu siswa lain. Namun situasi kemudian berubah ketika korban mendapat perlakuan kekerasan dari beberapa temannya.
Korban menuturkan, salah satu pelaku ddatang dari belakang secara diam-diam lalu menggunakan tali rafia mencekiknya.
“Dicekik dan ditarik. Ada yang ambil gunting. saya sampai tidak bisa bernapas walau sebentar dan tiba-tiba muntah,” ungkap Adeva.
Orang tua korban menjelaskan bahwa tali rafia tersebut diikat dan ditarik oleh dua orang siswa hingga membuat anaknya kesulitan bernafas.
“Anak saya tidak bernafas, nunduk dikira kawan-kawannya sedang ketawa, padahal dia tidak bisa bernapas. Setelah itu langsung demam dan tidak bisa apa-apa,” ujarnya.
Pada 14 Mei, ibu korban mendatangi sekolah meminta penjelasan terkait kejadian tersebut. Ia juga mengungkap kondisi anaknya yang mengalami gangguan suara serta kesulitan makan pasca insiden. Korban bahkan direncanakan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara.
