FAKTANASIONAL.NET – Curah hujan dengan intensitas tinggi memicu terjadinya bencana hidrometeorologi berupa banjir di wilayah Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan pada Senin (18/5/2026).
Peristiwa banjir di Kabupaten Tapin ini mulai menggenangi kawasan permukiman penduduk secara tiba-tiba pada pagi hari sekitar pukul 08.54 WITA.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan bahwa bencana alam ini menjadi fokus atensi pemerintah daerah di tengah tingginya ancaman fenomena cuaca ekstrem.
Luapan air dilaporkan merendam permukiman warga yang berlokasi secara spesifik di kawasan padat penduduk Desa Lawahan Kecamatan Tapin Selatan.
Data sementara yang dihimpun secara cermat oleh pihak berwenang menunjukkan bahwa sedikitnya 155 unit rumah warga di desa tersebut terendam air keruh.
Bencana alam musiman ini mengakibatkan sebanyak 589 jiwa penduduk setempat harus merasakan kendala dan dampak langsung dari genangan air yang melanda tempat tinggal mereka.
Berdasarkan hasil pantauan visual petugas di lapangan, ketinggian muka air yang merendam permukiman warga terpantau sangat bervariasi di setiap titik lokasi genangan.
Kondisi terkini di lokasi kejadian turut memperlihatkan fakta bahwa debit genangan banjir di Kabupaten Tapin dilaporkan masih terus mengalami tren kenaikan harian.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tapin saat ini tengah berkoordinasi secara intensif dengan berbagai instansi terkait guna mempercepat seluruh proses penanganan darurat.
Langkah koordinasi lintas sektoral yang cepat tersebut sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan jiwa warga sekaligus meminimalisasi kerugian material yang jauh lebih besar.
Pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait terus mengimbau seluruh masyarakat daerah untuk secara sadar meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi segala bentuk anomali cuaca.
Ancaman potensi bahaya hidrometeorologi basah diprediksi secara ilmiah masih akan terus membayangi sejumlah wilayah di Indonesia akibat tingginya intensitas curah hujan akhir-akhir ini.
Masyarakat sangat diimbau untuk tidak pernah ragu melakukan langkah inisiatif evakuasi mandiri melalui jalur yang aman apabila hujan deras turun dalam durasi lama.
Keselamatan jiwa harus senantiasa menjadi prioritas paling utama bagi setiap individu, khususnya mereka yang bertempat tinggal secara menetap di daerah rawan bencana seperti bantaran sungai.
Warga diminta untuk selalu tertib memantau perkembangan ketinggian muka air sungai dan mematuhi setiap arahan operasional dari petugas kebencanaan yang bersiaga penuh di lapangan.
Pemerintah juga tidak henti-hentinya mengingatkan agar seluruh masyarakat selalu aktif memperbarui informasi prakiraan cuaca terkini yang bersumber langsung dari lembaga resmi negara.








