Fase krusial yang sesungguhnya adalah bagaimana mereka mampu beradaptasi kembali, diterima oleh lingkungan sosial masyarakat luas, dan memiliki kapasitas ekonomi untuk hidup mandiri tanpa mengulangi kesalahan masa lalu.
“Program Pelita Warna ini bukan sekadar bantuan fasilitas fisik belaka. Ini adalah investasi sosial jangka panjang untuk membentuk keterampilan baru, memupuk disiplin, dan mengobarkan semangat baru bagi warga binaan,” ujar Yamin di hadapan jajaran Pelindo dan petugas institusi Lapas tersebut.
Ia juga berpesan agar seluruh warga binaan memanfaatkan peluang asimilasi dan edukasi ini dengan sungguh-sungguh. Fasilitas pembinaan yang diberikan diharapkan menjadi ruang tumbuh optimal untuk meningkatkan kompetensi kerja. Transformasi karakter ini memerlukan keteguhan hati dari dalam diri masing-masing individu agar bantuan yang disalurkan membuahkan hasil nyata yang optimal bagi masa depan.
Melalui kemitraan strategis ini, Lapas Kelas IIA Banjarmasin diharapkan tidak hanya menjadi tempat penahanan konvensional, melainkan wadah inkubasi produktif. Upaya sinergis antara Pemkot Banjarmasin dan pihak Pelindo ini diproyeksikan mampu mencetak alumni lapas yang siap berkontribusi positif bagi roda perekonomian daerah.[dit]







