-
Studi dan analisis perpanjangan dermaga utama.
-
Pembangunan area walkway (jalur pejalan kaki).
-
Pembangunan terminal penumpang yang representatif.
-
Penyediaan kantin dan area komersial bagi pelaku usaha lokal.
Jawaban Atas Tantangan Geografis Perbatasan
Kepala Kantor UPP Kelas III Korido, Willem Thobias Fofid, memaparkan bahwa Pelabuhan Korido memiliki posisi geopolitik dan ekonomi yang sangat strategis di Kawasan Pasifik.
Pelabuhan ini berfungsi sebagai pintu gerbang logistik sekaligus penggerak roda ekonomi bagi seluruh wilayah kepulauan di utara Papua.
Menurut Willem, tantangan geografis sering kali memicu hambatan aksesibilitas. Oleh karena itu, perpanjangan dermaga sangat krusial agar kapasitas operasional pelabuhan meningkat dan mampu melayani kapal-kapal kargo berukuran besar.
Kehadiran terminal dan area komersial juga diyakini akan memberi kenyamanan bagi penumpang serta menstimulasi ekonomi masyarakat lokal.
“Semoga kolaborasi ini berjalan lancar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara, optimistis penguatan kedaulatan data pergerakan kapal dan aktivitas pelabuhan akan semakin aman dan terintegrasi, sekaligus memperkuat aspek pengawasan serta keselamatan pelayaran di wilayah timur Indonesia,” tutur Willem Thobias Fofid.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Papua sekaligus Ketua Tim Teknis Penyusunan DED, Matius Wally, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi operasional mutakhir dalam proyek ini diharapkan mampu melahirkan layanan kepelabuhanan yang andal, khususnya bagi wilayah-wilayah perbatasan yang selama ini sulit dijangkau oleh jaringan terestrial.
Baca Juga: Gubernur Fakhiri Prioritaskan Jalur Barat dan Bandara Serui untuk Dorong Ekonomi Papua
