FAKTANASIONAL.NET — Pemerintah Provinsi Papua memberikan dukungan penuh terhadap proyek pengembangan Pelabuhan Korido di Kabupaten Supiori.
Langkah strategis ini dilakukan lewat kolaborasi erat bersama Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan melalui Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas III Korido, demi memperkuat konektivitas wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan (3TP) serta mengamankan kedaulatan maritim utara Papua di Samudera Pasifik.
Sinergi ini diwujudkan melalui kesepakatan bersama terkait penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Korido.
Penyusunan dokumen teknis ini digarap lintas instansi, melibatkan Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), serta Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Baperida) Provinsi Papua.
Baca Juga: Pembentukan Polda Papua Selatan dan Papua Pegunungan Definitif Jangan Ditunda-tunda
Awal dari proyek besar ini ditandai dengan agenda penelitian teknis dan peninjauan lapangan yang dipimpin langsung oleh Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, bersama tim teknis di dermaga, area komersil, serta Kantor UPP Korido di Distrik Supiori Selatan, Supiori, Papua.
Gubernur Papua, Matius Derek Fakhiri, mengungkapkan bahwa kerja sama lintas sektor ini menjadi tonggak sejarah baru dalam pembangunan infrastruktur di bumi cenderawasih.
“Ini untuk memperkuat jalur distribusi logistik dan pergerakan angkutan laut di Papua khususnya di Supiori yang masuk wilayah 3TP,” kata Fakhiri dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, dikutip Senin (25/5/2026).
Fakhiri menambahkan bahwa pelabuhan yang produktif akan menjadi urat nadi bagi konektivitas yang hebat. Melalui kemaritiman yang andal, pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan demi masa depan generasi mendatang, sejalan dengan visi Papua yang cerdas, sejahtera, dan harmoni.
Rencana Pengembangan Jangka Pendek (TA 2027)
Pengembangan infrastruktur Pelabuhan Korido dirancang secara terukur. Untuk Tahun Anggaran 2027, fokus jangka pendek diarahkan pada sejumlah fasilitas vital, meliputi:
