“Dan nanti AI yang baca semua. Jadi enggak bisa lari. Enggak bisa lari,” tegas Luhut mengenai ketatnya sistem pengawasan baru tersebut.
Topang Disiplin APBN di Tengah Ketidakpastian Global
Sejalan dengan penguatan sistem tersebut, Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu), Suahasil Nazara, menjelaskan bahwa National Single Window telah bertransformasi menjadi portal integrasi data lintas instansi yang andal dalam memproses seluruh perizinan dan dokumen ekspor secara digital.
Digitalisasi sistem ini terbukti kokoh mendukung pengelolaan APBN yang disiplin dan prudent di tengah tingginya ketidakpastian ekonomi global.
Pemerintah tercatat sukses menjaga defisit fiskal tetap berada di bawah ambang batas aman 3 persen, sembari tetap mampu mendanai berbagai program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa, sekolah rakyat, hingga sektor kesehatan.
“Indonesia adalah negara yang defisitnya di bawah 3 persen, 2,9 tahun lalu, 2,68 kita rencanakan tahun ini, tetapi bisa tumbuh tahun lalu 5,11, awal tahun ini 5,61,” papar Suahasil.
Sebagai penutup, Luhut Binsar Pandjaitan menambahkan bahwa selain memperkuat sistem berbasis AI, pemerintah berkomitmen akan terus mendorong kebijakan deregulasi guna memangkas aturan yang menghambat investasi demi mengejar target pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih tinggi.
Baca Juga: Prabowo Rancang APBN 2027: Defisit Rendah dan Rupiah Dipatok Stabil










