-
Prosesi: Sehari sebelum disembelih, sapi-sapi kurban akan dimandikan hingga bersih, lalu dirias menggunakan kain putih, bunga, serta berbagai aksesori layaknya sepasang pengantin.
-
Makna: Sapi yang telah didandani kemudian diarak menuju tempat penjagalan sebagai bentuk penghormatan manusia terhadap hewan yang akan dikorbankan serta ekspresi syukur atas rezeki dari Allah SWT.
5. Tradisi Mepe Kasur (Banyuwangi)
Tradisi unik yang bertepatan dengan momen Iduladha ini jamak dijumpai di pemukiman suku Osing, Banyuwangi.
-
Prosesi: Warga secara serentak akan menjemur (mepe) kasur berwarna merah-hitam di halaman rumah mereka masing-masing sejak pagi hari.
-
Makna: Ritual komunal ini dipercaya sebagai simbol penolak bala agar keluarga dijauhkan dari mara bahaya, sekaligus menjadi media pemersatu yang memperkuat nilai gotong royong dan keharmonisan rumah tangga.
6. Tradisi Ngejot (Bali)
Simbiosis mutualisme dan toleransi beragama yang tinggi di Pulau Dewata tercermin kuat dalam tradisi Ngejot yang dilakukan oleh umat Muslim Bali.
-
Prosesi: Usai prosesi penyembelihan kurban selesai, daging tidak hanya dibagikan mentah, tetapi juga diolah terlebih dahulu menjadi masakan siap saji seperti sate, gulai, dan rendang.
-
Makna: Hidangan matang ini kemudian diantarkan langsung kepada tetangga dan kerabat, termasuk mereka yang beragama Hindu, sebagai simbol persaudaraan yang erat.
7. Tradisi Meugang (Aceh)
Hadir sebagai tradisi wajib di Serambi Mekah, Meugang telah mengakar kuat sejak zaman kejayaan Kesultanan Aceh.
-
Prosesi: Satu hingga dua hari menjelang hari raya, masyarakat akan menyembelih hewan ternak dalam skala besar dan memasaknya untuk dinikmati bersama seluruh anggota keluarga.
-
Makna: Tradisi ini tidak hanya sekadar makan besar, melainkan juga instrumen sosial di mana warga yang mampu diwajibkan membagikan paket daging secara cuma-cuma kepada anak yatim dan kaum dhuafa di lingkungan mereka.
Baca Juga: Mandiri Beli Sapi Kurban Iduladha 2026, Fuji Siap Ziarah ke Makam Kakak dan Ipar
