Daerah  

BMKG Rilis Peringatan Dini Tsunami Pascagempa M 7,7 di Laut Sulawesi

Ilustrasi/Dok. Ist

FAKTANASIONAL.NET – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Laut Sulawesi pada Senin (8/6/2026) pagi.

Menyusul guncangan tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) langsung mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk sejumlah kawasan di Sulawesi, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur.

Berdasarkan laporan resmi BMKG, gempa terjadi tepat pada pukul 06.37.42 WIB.

Baca Juga: Gempa Darat Magnitudo 4,0 Guncang Nabire Papua Tengah

Titik episenter berada di kedalaman 105 kilometer, berlokasi pada koordinat 5,69 Lintang Utara dan 125,05 Bujur Timur. Lokasi guncangan ini berjarak sekitar 236 kilometer arah barat laut Tahuna, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Hanya berselang tiga menit setelah guncangan, yakni pada pukul 06.40 WIB, BMKG merilis keterangan bahwa gempa tersebut berpotensi memicu tsunami.

Status Siaga langsung diberlakukan untuk beberapa daerah di Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tengah.

Kabupaten Kepulauan Sangihe diperkirakan menerima kedatangan gelombang pertama pada pukul 06.51.55 WIB, disusul wilayah Kota Manado dan berbagai area di Minahasa yang diperkirakan terdampak mulai pukul 07.12 WIB hingga 07.17 WIB.

Area lain yang masuk status Siaga meliputi Bolaang Mongondow bagian utara, Gorontalo bagian utara, Buol, dan Tolitoli.

Selain itu, BMKG juga menetapkan status Waspada untuk wilayah Kepulauan Talaud, Kota Bitung, Halmahera, Donggala bagian utara, Ternate, Tidore, hingga pesisir Kalimantan seperti Kutai Timur, Bulungan, dan Nunukan.

Menyikapi ancaman ini, pemerintah daerah yang masuk zona Siaga diminta untuk segera mengarahkan masyarakat mengevakuasi diri ke tempat yang lebih tinggi dan aman. Sementara bagi warga di wilayah berstatus Waspada, disarankan untuk menjauhi kawasan pantai serta tepian sungai.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak panik, serta hanya mengikuti arahan maupun informasi resmi dari otoritas terkait.

Baca Juga: Instruksi Menko PMK: Kepala BNPB, BMKG, dan Basarnas Bertolak ke Sulut-Malut