Instruksi Menko PMK: Kepala BNPB, BMKG, dan Basarnas Bertolak ke Sulut-Malut
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi. Tiga pimpinan lembaga tinggi…
Dengarkan Ringkasan
FAKTANASIONAL.NET – Pemerintah pusat bergerak cepat merespons bencana gempa bumi tektonik berkekuatan Magnitudo (M) 7,6 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku Utara (Malut) pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Tiga pimpinan lembaga tinggi negara dijadwalkan terjun langsung ke lokasi terdampak untuk memimpin koordinasi penanganan darurat.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, mengonfirmasi bahwa kunjungan lapangan ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Koordinasi Lintas Lembaga
Pimpinan lembaga yang akan bertolak ke lokasi selain Kepala BNPB adalah Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Prof. Teuku Faisal Fathani, serta Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsdya TNI Mohammad Syafii.
Langkah ini diambil guna memastikan sinkronisasi data dan percepatan bantuan bagi masyarakat yang terdampak guncangan hebat di kedua provinsi tersebut.
“Atas petunjuk Bapak Menko PMK, sore ini kita akan Rakor siang ini melalui Zoom, dan sore ini saya bersama Kepala BMKG dan Basarnas akan langsung ke Sulut dan ke Malut,” ujar Suharyanto dalam jumpa pers virtual, Kamis (2/4/2026).
Mempermudah Penanganan Darurat
Suharyanto menekankan bahwa kehadiran fisik pimpinan lembaga di zona bencana sangat krusial.
Pengecekan langsung di lapangan diharapkan dapat memotong jalur birokrasi dalam pengambilan keputusan darurat, terutama terkait evakuasi dan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi.
Mengenai detail kerusakan dan jumlah korban di masing-masing titik, BNPB menyerahkan sepenuhnya kepada otoritas wilayah setempat untuk memberikan pembaruan data secara berkala.
“Bencana yang baru terjadi di dua wilayah itu harus dilakukan pengecekan langsung, guna mempermudah penanganan. Nanti disampaikan oleh kepala daerah masing-masing,” pungkas Suharyanto.
Sinergi antara BNPB, BMKG, dan Basarnas di lokasi bencana diharapkan dapat mengoptimalkan operasi pencarian dan pertolongan, serta memastikan sistem peringatan dini dan mitigasi gempa susulan berjalan dengan baik sesuai standar operasional yang berlaku.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.