“Rupiah masih berpotensi menguat terhadap dolar AS. Namun penguatan diperkirakan terbatas oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia,” kata Lukman.
Lonjakan harga komoditas energi global akibat faktor geopolitik tersebut menjadi sentimen negatif yang menahan laju apresiasi mata uang negara berkembang.
Untuk pergerakan sepanjang hari ini, Lukman memproyeksikan kurs rupiah akan berfluktuasi secara terbatas di dalam kisaran Rp17.850 hingga Rp18.000 per dolar AS.
Baca Juga: Tipu Korban Miliaran Rupiah, Modus Jual Beli Titik Layanan Gizi Disikat BGN dan Polri
