FAKTANASIONAL.NET — Dewan Ekonomi Nasional (DEN) mengklaim program Makan Bergizi Gratis (MBG) terbukti efektif membentuk ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di berbagai daerah.
Berdasarkan data evaluasi, setidaknya 87 persen dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berhasil menyerap pasokan bahan baku dari pelaku usaha kecil di sekitarnya.
Anggota DEN, Septian Hario Seto, menjelaskan bahwa temuan tersebut diperoleh dari hasil survei independen yang dilakukan oleh pihaknya dan telah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto.
Survei dilakukan secara acak terhadap 800 titik SPPG untuk memetakan pembentukan rantai pasok (supply chain) baru selama program berjalan.
Guna mendapatkan gambaran yang representatif, lokasi sampel survei disebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia, termasuk Nias Selatan, Halmahera, hingga Papua.
“Survei MBG yang kami lakukan secara independen kami biayai sendiri terkait dengan terutama kami ingin melihat apakah ada ekosistem supply chain baru yang terbentuk ketika MBG ini dijalankan,” ujar Seto dalam konferensi pers di Istana Presiden, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2026).
Baca Juga: KPK Selidiki Komunikasi Eks Wamen Imipas Silmy Karim dengan Bos ‘Kampung Rusia’
Dorong Keterlibatan Pemasok Lokal
Seto membeberkan bahwa hasil kajian tersebut menunjukkan dampak yang sangat positif. Sekitar 86,9 persen SPPG tercatat tidak hanya bergantung pada satu mitra usaha kecil semata.
Secara rata-rata, setiap dapur pelayanan gizi mampu menggandeng setidaknya tiga UMKM lokal di sekitar wilayah operasional mereka.
Lebih lanjut, sekitar 65 persen dari total sektor UMKM yang menjadi pemasok kebutuhan MBG berada di daerah yang sama dengan lokasi SPPG tersebut.
Seto menilai data ini mematahkan kekhawatiran bahwa program jaminan gizi ini hanya akan menguntungkan distributor berskala besar.











