Luhut Targetkan ‘Digital Single ID’ Berbasis AI Rampung Akhir 2026 untuk Bansos Tepat Sasaran

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan melaporkan perkembangan proyek percontohan GovTech dan rencana implementasi digital single ID kepada Presiden Prabowo Subianto./Dok. Setpres

FAKTANASIONAL.NET – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah tengah mempercepat transformasi digital nasional guna memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.

Salah satu target utamanya adalah penyelesaian digital single ID berbasis kecerdasan buatan (AI) yang ditargetkan rampung pada akhir tahun 2026.

Sistem identitas tunggal digital ini dirancang untuk mengubah skema penyaluran bantuan sosial (bansos) dan berbagai bentuk transfer tunai langsung (direct cash transfer) agar lebih tepat sasaran sekaligus menekan potensi kebocoran anggaran.

“Mungkin akhir tahun ini akan ada digital single ID, yang mengakibatkan semua bansos atau direct cash transfer itu akan targeted dan itu akan menghemat angka cukup besar tadi,” ujar Luhut usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Bansos Rp20 Triliun Cair: Target Kemensos Tuntas Maret 2026

Melalui sistem baru ini, pemerintah akan mengubah basis subsidi dari yang sebelumnya melekat pada barang menjadi langsung ke individu penerima manfaat. Luhut menjelaskan, seluruh bansos dan cash transfer yang diakumulasikan rata-rata bernilai Rp5,4 juta per orang ini nantinya akan dikelompokkan secara otomatis menggunakan teknologi AI.

GovTech Terintegrasi 80 Persen dan Rampung Nasional Oktober 2026

Dalam laporannya kepada Presiden Prabowo, Luhut menyampaikan perkembangan sistem GovTech (Pemerintah Berbasis Teknologi) yang saat ini progres konektivitasnya telah mencapai sekitar 80 persen.

Sejak 1 Juni 2026, data dari delapan kementerian dan lembaga utama berhasil diintegrasikan ke dalam satu sistem berteknologi AI.

Sistem integrasi data ini juga dibangun dengan memanfaatkan ekosistem digital yang sudah ada sebelumnya, seperti e-Katalog, Simbara, dan eks-PeduliLindungi.

Saat ini, proyek percontohan GovTech sedang berjalan di 42 provinsi, kabupaten, dan kota. Salah satu daerah yang dinilai sukses menerapkan model ini adalah Kabupaten Banyuwangi.