JAKARTA, FAKTANASIONAL.NET – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) DKI Jakarta merespons keras kenaikan harga BBM jenis Pertamax yang kini menembus angka Rp16.000 per liter.
GMNI menilai kenaikan ini merupakan bukti nyata kegagalan total pemerintah dalam mengontrol kebutuhan sehari-hari rakyat di tengah situasi geopolitik global yang kian membara.
Sekda DPD GMNI DKI Jakarta, Gus Fakhier, menyatakan lonjakan harga energi ini diperparah oleh situasi geopolitik akibat perang di Timur Tengah yang terus bergejolak. Dampak global tersebut kian memperburuk kondisi domestik, di mana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia saat ini dinilai sudah dalam kondisi kolaps.
Melihat kedaruratan ini, DPD GMNI DKI Jakarta menegaska mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk menghentikan total sejumlah program populis demi menyelamatkan anggaran negara dan memulihkan perekonomian rakyat.
Setidaknya ada tiga program populis berbau pencitraan mencari elektoral yang diminta agar segera dihentikan:
1. Penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
2. Penghentian koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP)
3. Penghentian Program 3 Juta Rumah Rakyat











