“Selama berlari, saya melihat seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik. Hal ini tidak terlepas dari persiapan yang dilakukan secara matang. Salah satu faktor penting adalah pengamanan dan pengaturan jalur lomba yang telah disosialisasikan secara menyeluruh kepada masyarakat,” ungkapnya.
Gubernur Pramono mengatakan, ajang lari internasional seperti JAKIM tidak hanya mendorong gaya hidup sehat, tetapi juga memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian kota.
Kegiatan berskala besar dinilai mampu menggerakkan sektor transportasi, perhotelan, kuliner, ekonomi kreatif, serta usaha mikro dan kecil di sekitar lokasi kegiatan.
Menurutnya, konsistensi Jakarta dalam menghadirkan kegiatan olahraga berskala internasional akan semakin memperkuat daya saing kota di tingkat global.
Karena itu, penyelenggaraan ajang seperti JAKIM perlu terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pengembangan Jakarta sebagai kota global.
“Saya meyakini, semakin banyak ajang seperti ini digelar, semakin kuat pula posisi Jakarta sebagai destinasi sport tourism dunia yang mampu menarik wisatawan, menggerakkan perekonomian, serta memperkenalkan wajah Jakarta sebagai kota global yang inklusif, kompetitif, dan berdaya saing,” pungkas Pramono.











