Menurut data Bloomberg, permintaan investor meroket hingga empat kali lipat. Sekitar 70 persen alokasi institusional diborong oleh investor jangka panjang dan pemodal negara asal Arab Saudi serta Kuwait.
Fenomena ini sejalan dengan prediksi Kepala Global Equity Capital Markets Mergermarket, Samuel Kerr, yang dikutip Al Jazeera, bahwa antusiasme pasar akan memicu lonjakan di atas 20 persen. Prosesi pembunyian lonceng di Nasdaq MarketSite dilakukan oleh Presiden SpaceX Gwynne Shotwell dan Chief Financial Officer Bret Johnsen.
Pencapaian ini menjadi barometer kuat bagi gelombang IPO korporasi teknologi raksasa, termasuk pionir kecerdasan buatan seperti OpenAI dan Anthropic. Menariknya, daya pikat SpaceX tak tergoyahkan kendati perusahaan membukukan kerugian nyaris US$5 miliar tahun lalu.
Motor utama pertumbuhan bisnis ini masih ditopang oleh layanan internet satelit Starlink, yang menyumbang 80 persen dari total pendapatan.
Bersamaan dengan debut sahamnya, SpaceX juga sukses meluncurkan roket Falcon 9 pembawa 29 satelit dari Cape Canaveral, Florida.[dit]











