“Saat melintas di Taman Suropati, perhatian Ibu Megawati tertuju kepada seorang penyandang disabilitas. Beliau kemudian meminta ajudan untuk mencari tahu nama dan alamat orang tersebut agar bisa diberikan bantuan. Kemudian diketahui namanya Pak Saedi,” ujar Mujab.
Menurutnya, sikap tersebut mencerminkan karakter Megawati yang memiliki perhatian besar terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
“Pohon saja dirawat Bu Megawati, apalagi untuk kemanusiaan. Inilah keteladanan dari Ibu Megawati yang patut dicontoh,” kata Mujab.
Sementara itu, Hasto Kristiyanto juga mengungkapkan contoh lain perhatian Megawati kepada penyandang disabilitas. Ia menyinggung momen saat perayaan ulang tahun ke-78 Megawati pada Januari 2025 yang dihadiri ribuan kader dalam kegiatan bimbingan teknis PDI Perjuangan.
Dalam kesempatan tersebut, Megawati memberikan potongan tumpeng kepada sejumlah peserta, termasuk seorang sinden cilik penyandang disabilitas bernama Savia.
“Ibu Megawati memberi perhatian khusus pada sinden cilik bernama Savia,” ujar Hasto.
Menurut Hasto, Megawati tidak hanya menyerahkan potongan tumpeng, tetapi juga menggenggam tangan Savia dengan hangat dan mengajaknya berjoget ringan di atas panggung, menciptakan suasana penuh keakraban dan kegembiraan.
Lebih jauh, Hasto menegaskan bahwa perhatian Megawati tidak terbatas pada penyandang disabilitas semata. Ia menyebut Megawati juga dikenal memiliki kepedulian besar terhadap persoalan kesehatan masyarakat tanpa memandang latar belakang maupun pilihan politik.
“Soal kesehatan, Bu Mega tidak melihat warna politik. Beliau selalu memberi saran kepada orang yang ditemuinya atau diketahuinya sedang sakit,” kata Hasto.
Menurutnya, berbagai tindakan sederhana namun penuh empati tersebut menjadi cerminan konsistensi Megawati dalam menempatkan nilai kemanusiaan sebagai bagian penting dari pengabdian dan kepemimpinannya.
